ANALYSIS CONTENT OF ORGANIC MATTER IN SEDIMENT AND ABUNDANCE OF MACROZOOBENTHOS IN TELUK BUO PADANG WEST SUMATERA

  • Rinol Putra Utama University of Riau
  • Syahril Nedi Universitas Riau
  • Afrizal Tanjung Universitas Riau
Keywords: Organic materials, macrozoobenthos, sediments, Teluk Buo

Abstract

This research was conducted in May 2018 in the waters of Teluk Buo, Padang, West Sumatra. The purpose of this study was to determine the environmental quality of the Teluk Buo waters, especially to determine the abundance of macrozoobenthos and determine the relationship between sediment organic matter and abundance of macrozoobenthos. The method used in this study is a survey method. The results of the study note that the waters of the Teluk Buo are included in the medium polluted criteria with a diversity index (H ') ranging from 2.18-3.43, dominance index (C) 0.10-0.32 and uniformity index (e) 0.51-0,78. Abundance ranges from 80-240 ind/m2 with the number of macrozoobenthos species found there are 9 species of gastropods and 5 species of bivalves. The relationship of sediment organic matter content to macrozoobenthos abundance was included in the moderate criteria with a correlation coefficient (r) -0.382.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah, C,I,P., Sedana, Y., B. Sadjono, M. Ahmad, dan N.A. Emnur. (1989). Evaluasi Kualitas Fisika Kimia dan Biologi Air Sungai Siak di Sekitar PT. Indah Kiat Pulp Perawang, Riau. J. PUSLIT UR Volume (2): Pages 1-2.

Arifin, B. (2008). Karakteristik Sedimen Ditinjau dari Aktivitas Anthropogenik di Perairan Dumai. Skripsi. Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau, Pekanbaru.

Barus, T. A. 2001. Pengantar Limnologi Studi tentang Ekosistem Sungai dan Danau. Program Studi Biologi USU FMIPA, Medan.

Dahuri, R., J. Rais, S. G. Putra, M. J. Sitepu. (2001). Pengelolaan Sumberdaya Wilayah Pesisir dan Lautan secara Terpadu. Praditya Pranata. Jakarta.

Effendi, H. (2007). Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan Perairan. Kanisius. Jakarta.

Gosner, K, L. (1971). Guide to Identification of Marine and Estuarine Invertebrates. New Jersey.

Hardjowigeno, S. (1989). Mangrove Soils of Indonesia, dalam Prosiding Seminar Simposium Mangrove Management its Ecological and Economic Consideration. Bogor.

Jati, W, N. (2003). Studi Komparasi Keanekaragaman Benthos di Wadu Sempor, Waduk Kedungombo dan Waduk Gajah Mungkur Jawa Tengah. Yogyakarta: Fakultas Biologi Universitas Atmaja.

Lalli, C, M., T. R. Parsons. (1993). Biological Oceanography and Introduction. Persamon Press. New York.

Marwan. (2013). Kandungan Bahan Organik Sedimen dan Makrozoobenthos sebagai Indikator Pencemaran Perairan Pantai Tanjung Uban Kepulauan Riau. Skripsi, Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau, Pekanbaru.

Nontji, A. (2007). Laut Nusantara. Edisi revisi cetakan kelima. Djambatan. Jakarta.

Nybakken. (1992). Biologi Laut Suatu Pendekatan Ekologis. Diterjemahkan oleh H. M. Eidman., D. Koesobiono, G. Bengen., M. Hutomo dan S. Seokarjo. PT. Gramedia, Jakarta.

Odum, E, P. (1993). Dasar-Dasar Ekologi (Fundamental of Ecology). Diterjemahkan oleh T. J. Samingan. Gajah Mada university Press, Jakarta.

Prihatiningsih. (2004). Struktur Komunitas Makrozoobenthos di Perairan Teluk Jakarta. Skripsi, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Purwaningsih, Y. (2000). Studi Makrozoobenthos sebagai Tolak Ukur Pencemaran Minyak P.T. Kondur. Skripsi, Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau, Pekanbaru.

Rifardi. (2001). Study on Sedimentology from the Sungai Mesjid Estuary and its Environs in the Rupat Sirait, the East Coast of Sumatera Island. Journal of Coastal Development. Riset Universitas Diponegoro.

Rifardi. (2008). Tekstur Sampling dan Analisis Sedimen. Universitas Riau Press, Pekanbaru.

Rifardi. (2012). Ekologi Sedimen Laut Modern Edisi Revisi. Universitas Riau Press, Pekanbaru.

Setiawan, D. (2008). Struktur Komunitas Makrozoobenthos sebagai Bioindikator Kualitas Lingkungan Perairan HIlir Sungai Musi. Tesis, Sekolah Pasca Sarjana IPB, Bogor.

Siagian, M. (2005). Diktat Kuliah Ekologi Perairan. Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau, Pekanbaru.

Sinaga, T. (2009). Keanekaragaman Makrozoobenthos sebagai Indikator Kualitas Perairan Danau Toba Balige Kabupaten Toba Samosir. Tesis, USU, Medan.

Sudjana. (1996). Metode Statistika. Tarsito, Bandung.

Supriharyono. (2007). Konservasi Ekosistem Sumberdaya Hayati. Pustaka Belajar, Yogyakarta.

Tanjung, A., (1995). Distribusi Makrozoobenthos di Zona Intertidal Selat Morong Kabupaten Bengkalis Riau. Pusat Penelitian UR, Pekanbaru.

Tanjung, A. (2014). Rancangan Percobaan Edisi Revisi. Tantaramesta, Bandung.

Zulkifli, H., Z, Hanafiah., D, A, Puspitawati. (2009). Struktur dan Fungsi Komunitas Makrozoobenthos di Perairan Sungai Musi Kota Palembang. Telaah Indikator Pencemaran Air. Skripsi,Jurusan FMIPA. Universitas Sriwijaya.
Published
2020-01-24
How to Cite
Putra Utama, R., Nedi, S., & Tanjung, A. (2020). ANALYSIS CONTENT OF ORGANIC MATTER IN SEDIMENT AND ABUNDANCE OF MACROZOOBENTHOS IN TELUK BUO PADANG WEST SUMATERA . Asian Journal of Aquatic Sciences, 2(3), 197-205. https://doi.org/10.31258/ajoas.2.3.197-205
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)